awas, ekspektasi berlebihan
sebenarnya pada awalnya saya ingin menulis pandangan keagamaan di bulan Ramadhan ini sesuai meningkatnya tren kehidupan beragama di Bulan suci ini.
namun entah mengapa, tangan saya jadi kaku dan otak saya jadi gagu sebab saya merasa telah terlalu banyak bualan-bualan seperti itu ditulis oleh teman2 saya. dan saya rasa, anda sangat beruntung apabila dapat membaca tulisan saya yang berharga ini (baik anda saya tag atau tidak).
anda tahu arti ekspektasi?…jika tidak paham, maka saya sarankan anda untuk segera bertanya pada mbah google dan buka buku2 masa SMP anda dahulu. atau bertanyalah pada kawan anda yang kuliah dibidang sastra, sebab dalam tulisan ini kita banyak akan membahas istilah ini.
tangan saya tiba-tiba saja refleks mengikuti perasaan terdalam saya mengenai keprihatinan saya akan curhat teman2 di fesbuk akan kepahitan cinta. apalagi sampai ada yang berkorban berlebihan demi mengharapkan cinta dari seseorang yang sebenarnya dapat saja membalas cintanya jika saja dia tidak terlalu memasang ekspektasi tinggi atau bahasa gaulnya disebut “ngarep”.
sebenarnya tulisan saya ini adalah sebuah adaptasi dari tulisan2 yang saya temukan di komunitas The Hitman system beberapa bulan belakangan. ada tiga pakar yaitu jet, lex dan kei yang menjabarkan pengetahuan dan observasi mereka terhada[p kasus2 percintaan.
mereka menyebutkan, kebanyakan kegagalan seseorang dalam mendapatkan cinta dikarenakan ekspektasi tinggi. hanya untuk mendapatkan orang yang mereka suka… seseorang kadang melakukan begitu banyak hal bodoh. seperti membelikan hadiah yang mahal-mahal, memuji, jadi tukang antar jeput (supir), dan banyak lagi hal lainnya dengan harapan seseorang yang disuka dapat menyukainya.
padahal menurut jet, kei dan lex, hal-hal itu adalah sebuah kelemahan bagi yang melakukannya. sebab dengan begitu, orang yang disukai akan merasa muak dan merasa dapat mengendalikan seseorang. jika sudah dapat dikendalikan, maka untuk apalagi harus ada romansa cinta…
lex, kei dan jet mengungkapkan fakta tersebut setelah mewawancara lebih dari 100 orang wanita2 cantik yang masuk dalam kategori kelas A (sebenarnya ada 4 kelas kategori wanita menurut the hitman system, tapi kita akan bahas lain kali)… dah hasilnya sangat mengejutkan bahwa wanita2 tersebut tidak lagi menganggap menarik para pria yang bertindak sebaik-baiknya terhadap dirinya. mereka lebih senang yang sedikit cuek dan misterius untuk dicintai…
kita umpamakan saja si pria yang mengharapkan cinta dari seorang wanita kadang nekat menjadi tukang antar jeput si cewek, juga ada yang rela menelepon berjam-jam…atau mengirim sms sampai 234 kali dalam satu hari… saya tegaskan… itu adalah hal bodoh kawan… pujaan hati anda gak suka hal seperti itu, sebab anda sudah mulai menjadi penganggu… bagaimana mungkin seorang yang sering menganggu dapat disukai oleh seseorang lainnya.
banyak orang yang terluka akibat ditolak cintanya, padahal pengorbanannya telah cukup banyak demi sang gadis pujaan… itu dikarenakan seseorang seperti itu adalah orang yang bermental “ngarep”… selalu berbuat baik kepada wanita sebab berharap akan menerima imbalan atau balasan dari sang pujaan… dan ketika ditolak, malah mencaci sang pujaan hati dengan kata-kata…”tak tahu diuntung”…”tega”…”tak punya hati” dan kata2 memuakkan lainnya…
ha ha ha… jadi saran saya… jangan pernah bermental ngarep untuk mendapatkan hati sang pujaan… jangan terlalu menunjukkan rasa cinta anda sehingga mau melakukan apa saja demi calon/pasangan anda. ingat satu hal bahwa anda juga punya kehidupan sendiri… jalani hal itu sebaiknya…
jika anda memang ingin berbuat baik pada seseorang, lakukan hal itu dengan keikhlasan, bukan karena mengharap apa2 dari orang tersebut. apalagi sampai mengharapkan cinta… hal itu hanya akan membuat anda gila…
pasangan yang baik akan datang pada anda, jika anda memiliki kualitas pribadi yang tinggi (kepribadian)… anda tidak akan mendapatkan pasangan yang baik dengan cara mengemis cinta… sebab anda hanya akan di kasiihani, dimanfaatkan, lalu dicampakkan secara sadis…
saya rasa sekian dulu sebab saya cukup sibuk…
lain kali kita bahas kepribadian anda yang lainnya…
salam sahabat anda,
ikhvan fuady (mantan ekspektator)
tidak sia-sia
seorang kakek tua sedang asyik mengumpulkan kerang2 kecil yang terseret arus ketepi pantai. pekerjaan ini sudah dilakukannya semenjak dia masih muda. anehnya kerang2 kecil yang dikumpulkannya tadi kembali di buang nya ke tengah laut. dan begitu setiap pagi di lakukannya kegiatan itu sebelum dia memulai aktifitasnya sehari-hari.
orang2 di sekitarnya pun menganggap dia gila. sebab tak perduli sebanyak apa kerang kecil yang di kembalikannya kelaut… esok harinya banyak kerang2 tersebut kembali terdampar di pantai. orang2 pun mengira dia gila dan melakukan pekerjaan yang sia-sia.
seseorang yang penasaran kemudian bertanya padanya mengapa orang tua tadi melakukan kegiatan rutinnya itu. sang kakek menjawab… ”begini nak, kerang2 itu kan masih kecil, jadi kalau tidak dikembalikan ke laut, mereka akan mati dan kerang bisa punah”…
kemudian bertanya lagi seseorang itu… ”bukannya kerang2 itu tidak bisa semuanya kakek selamatkan? mereka terlalu banyak kek” lalu dijawab lagi oleh sang kakek… ”saya tau itu, tapi setidaknya saya bisa menyelamatkan beberapa saja semampu saya sudah cukup”…
begitulah sang kakek dengan tegar dan tanpa perduli pendapat orang lain dia tetap melakukan kebaikan semampunya.
dia rutin dan tekun bahkan walau tanpa mendapat balasan apapun. tanpa pamrih dan tanpa memperdulikan pendapat orang. sang kakek tetap melakukan kegiatannya dengan senang.
***
berbuat baik itu tidak ada ukurannya dan berbuat baik juga tidak perlu berharap apa2. sekecil apapun perbuatan baik akan membawa manfaat.
dan yang paling penting, berbuat baik bisa menciptakan kebahagiaan. jadi jika ada yang bilang kalau berbuat baik itu sia-sia maka sudah pasti orang itu tidak bahagia dalam hidupnya…
tidak semua orang berbuat baik dan rajin menolong karena mengharapkan sesuatu. dan juga banyak orang berbuat baik karena berharap pamrih…
berbuat baik jangan sampai pandang bulu. sebab kalau yang banyak bulu itu monyet. hehehe…
maksud saya jangan berbuat baik karena berharap uang, pangkat, harta apalagi demi cinta… itu hal bodoh…
pengharapan berlebihan terhadap ”balasan” dari kebaikan hanya akan membawa kekecewaan.
dan jangan pula menyalah artikan perbuatan baik seseorang dikarenakan maksud2 tertantu dari si baik hati.
mari berbuat baik semampu kita saja. tapi jika tidak sanggup maka jangan paksakan. hal itu tidak akan menambah kualitas pribadi anda.
apapun itu. andalah yang menilai…
salam sahabat anda
ikhvan fuady
mahar
mungkin cerita ini sedikit berhubungan dengan banyaknya bencana terjadi beberapa tahun terakhir. oleh karena itu para pembaca harus duduk santai dan sejenak meluangkan waktu untuk menyimak setiap kalimat tulisan saya ini.
seorang sahabat pernah menceritakan pengalamannya padaku. sahabat tersebut pernah memiliki keinginan untuk melamar seorang gadis yang merupakan pacarnya kesekian (udah banyak kali kawan itu tukar cewek).
namun berhubung usia semakin senja (lewat 30an tahun), tentunya keinginan untuk segera menikah dan menghalalkan yang haram tersebut telah memuncak. sehingga dengan seorang wanita yang dianggapnya layak itu sang sahabat tadi pun berniat membina rumah tangga. tapi kemudian niat tersebut pupus ditengah jalan, dan faktor utamanya (kata sahabat tersebut kepada saya) adalah mahar.
sepenggal cerita tersebut tentunya sering kita dengar terjadi disekeliling kita. dan bahkan harus dijadikan pelajaran bagi orang2 muda saat ini.
sedangkan para orang tua yang bertindak demikian, saya rasa kurang berniat baik dan memperlakukan sang anak seperti barang ”dagangan”. sebab nantinya akan ”dijual” kepada penawar tertinggi.
atau mungkin ada maksud lain dibalik penolakan tersebut…yaitu sang anak Perempuan memang tidak memiliki niat untuk menikah dengan lelaki yang ingin melamarnya. sehingga dirinya dan orang tuanya memasang ”bandrol” tinggi sebagai mahar dan setoran lainnya. agar pihak lelaki berpikir kembali sebelum melamar.
saya kemudian tersenyum mendengar pernyataan sahabat itu. tapi saya senang, sebab akhirnya sahabat saya tadi tidak terlalu memaksakan kehendaknya dan bertindak bodoh dengan mengupayakan sejumlah uang yang diminta sebagai penebus sang gadis. karena jika itu ia lakukan, hanya akan menambah kesialannya di kemudian hari.
lalu saya teringat seorang keluarga saya, seorang lelaki tegap dan sangat glossy itu sempat menemui hambatan dalam usahanya melamar seorang gadis yang kini telah menjadi istrinya itu. keluarga sang gadis yang tidak terlalu menyukai ” abang” (sebut saja dia abg saya) tadi meminta harga yang cukup tinggi sebagai mahar.
namun ketika itu abg saya bersikap santai didepan keluarga sang calon istri. dia kemudian mengajak bicara sang calon istri dan kemudian mengajaknya agar berbagi beban perkawinan (50-50) walau harus tanpa sepengetahuan sang calon mertua (kebetulan keduanya bekerja). dan abg saya tadi juga tidak terlalu memaksakan jika memang pacarnya tersebut tidak mau melakukan itu.
namun karena cinta berbicara…maka pernikahan berlangsung dengan biaya berasal dari kedua belah pihak dan mahar seadanya.
singkatnya… selalu ada jalan jika memang niat sudah baik… dan bagi para lelaki yang menemui hambatan yang sama…maka menurut saran ayah saya… tendang saja wanita yang meminta begitu banyak syarat dalam meminangnya… sebab dia tidak pantas untuk anda. dia juga pasti tidak mencintai anda.
hidup bukanlah cerita sinetron wahai kawan… life is tough bro… so be the real man…
sedangkan bagi para wanita…katakan sejujurnya bahwa anda memang tidak ingin menikah. jgn memasang syarat2 yang berlebihan dalam menolak… seperti roro jongrang yang minta seribu candi dalam satu malam… hal itu bukanlah romantis tapi murni bullshit… lebih baik anda cari pria yang benar2 bisa anda cintai daripada berpura-pura dan terpaksa cinta akibat berbagai pertimbangan yang juga bullshit…
sedangkan bagi para orang tua… untuk apa uang dan harta kalau tiap bulan banyak bencana dinegara ini… gempa…tsunami…banjir bandang… dan hal2 lainnya. sementara anda diberi kesempatan menikahkan anak anda dengan seorang yang baik (apalagi bagus dalam beragama) dan pekerja keras… (namun jika dia berprospek sebagai pemalas, maka tidak salah kalau ditendang)
ibarat kata pantun klasik berikut…
kutanam pinang rapat-rapat…
biar mudah puyuh berlari…
ku pinang-pinang tak dapat-dapat…
kubujuk-bujuk ku bawa lari…
hahahahahaha…(pantunnya jangan di ikut kali yah, bisa gawat nanti di lapor polisi)…
tulisan ini saya dedikasikan untuk seorang sahabat (keep confident ya bro)
salam sahabat anda
ikhvan fuady
Teknik Persidangan
Teknik Persidangan Dasar[1]
Oleh : Ikhvan Fuady, SE[2]
I. Pengantar
Pertama sekali mendengar kata “persidangan” pasti orang berpikir tentang “ pengadilan“. Istilah persidangan yang kita bahas disini bukanlah seperti yang kita tahu dalam ilmu di fakultas hukum, melainkan teknik persidangan yang lebih umum.
Bagi sebagian orang awam[3], teknik mengusai persidangan merupakan hal yang sepele dan tidak begitu diminati untuk dapat dikuasai. Namun sebenarnya anggapan ini adalah sebuah kesalahan besar sebab ilmu persidangan merupakan sebuah pengetahuan dasar dalam berorganisasi. Selain itu, ilmu persidangan merupakan sebuah tolak ukur kecerdasan seorang aktifis ketika dia terjun kedunia organisasi yang lebih tinggi level atau tingkatannya.
Teknik persidangan juga tidak hanya digunakan ketika berada didalam organisasi. Teknik ini akan menjadi ilmu/acuan dasar seseorang ketika memimpin rapat, diskusi, dialog, debat dan hal lainnya. Kemampuan dalam mengusai persidangan menjadi sangat penting untuk meningkatkan daya pikir dan kritis saat ingin menyampaikan sesuatu hal dalam sebuah persidangan. Kemampuan beretika dalam mengikuti persidangan atau mengajukan sanggahan akan lebih baik jika saeseorang tahu benar bagaimana cara menyampaikan.
Perlu diketahui, keberanian adalah kunci dalam belajar teknik persidangan. Tidak semua orang diberi bakat untuk selalu berani menyampaikan pendapatnya secara lisan, tapi jangan takut, sebab semua itu dapat dilatih. Satu hal lagi yang perlu saya tegaskan dalam makalah ini adalah betapa sangat disayangkan jika seorang mantan aktifis tidak mengetahui bagaimana teknik persidangan. Dia akan membuat malu organisasinya,
seniornya, dan kakanda-kakandanya, orang tuanya, kakek-neneknya, paman nya, tante nya, tetangganya, piaraannya, dan lainnya (he he he)[4].
Saya akan mencoba untuk membagi ilmu yang saya dapat dari berbagai referensi dan pengalaman pribadi. Tentu nya akan banyak kekurangan disana-sini sebab saya sendiri masih dalam proses belajar yang tanpa henti. Tapi saya akan mencoba untuk membagi ilmu saya yang telah saya praktekkan dalam beberapa persidangan organisasi
Contoh terbaik untuk belajar dan mengamati sidang sebenarnya adalah menonton sidang-sidang DPR/MPR kita. Banyak hal lucu dan mengecewakan terjadi, barangkali karena ketidak-tahuan mereka tentang tata-cara bersidang, atau malah sok tahu. Ada peserta sidang yang mencak-mencak, megang-megang mike[5] sambil teriak-teriak, mengejar pimpinan sidang sambil ‘nunjuk-nunjuk dengan muka merah. Bukankah itu lucu, iyakan…?
II. Pembahasan
- PENGERTIAN PERSIDANGAN
Persidangan adalah forum pertemuan formal organisasi yang dijabarkan dalam bentuk rapat[6]. Dipimpin oleh fasilitator yang berperan sebagai pemandu untuk mendapatkan sebuah keputusan..
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam persidangan/rapat[7]:
- Tempat/ruangan
- Waktu
- Agenda acara/pembahasan
- Perlengkapan dan peralatan
- Peserta
- Tata tertib
- Pimpinan sidang/rapat
- Keputusan/kesimpulan sidang/rapat
Tempat Sidang. Perlu diperhatikan tempat berlangsungnya sidang/rapat yang memadai. Jangan melangsungkan pertemuan yang penting di tempat dimana tidak bisa berlangsung dengan baik karena persoalan gangguan, tidak nyaman, format atau posisi peserta, tidak tersedianya sarana penunjang dan sebagainya..
Waktu Sidang. Demi disiplin sidang faktor waktu mesti diperhatikan. Jangan sampai sidang berlangsung tanpa ada kepastian waktu, harus ditentukan durasi, dimulai dan diakhiri serta kapan waktu istirahat jika sidang berlangsung lama. Para peserta harus displin dengan persoalan waktu.
Agenda Pembahasan. Sebelum sidang/rapat berlangsung para peserta harus sudah tahu materi apa yang akan dibahas. Jangan sampai peserta menduga-duga maksud pertemuan, ketidakjelasan agenda pembahasan membuat sidang/rapat bisa ngelantur kemana-mana. Kalau tidak ada agenda yang jelas, maka itu kongkow-kongkow[8] namanya, bukan bersidang
Perlengkapan/Peralatan. Siapkan apa saja perlengkapan/peralatan yang dibutuhkan. Jika sidang/rapat berlangsung di tempat yang luas maka diperlukan pengeras suara. Dalam sidang formil perlu juga disiapkan palu untuk memutuskan/menetapkan hasil sidang/rapat.
Peserta. Siapa saja yang boleh mengikuti persidangan, dan apakah dibolehkan peninjau. Siapa yang punya hak bicara (menyampaikan pendapat) dan punya hak suara (membuat keputusan).
Tata Tertib. Harus diatur apa yang boleh dan tidak boleh, etika dan aturan main persidangan.
Pimpinan Sidang/Rapat. Pimpinan bisa dari pimpinan organisasi atau ditunjuk oleh peserta sidang. Tergantung dari jenis sidang/rapat itu sendiri. Pimpinan sidang/rapat haruslah orang yang mengerti teknik bersidang/rapat. Sukses atau gagalnya persidangan sangat ditentukan oleh keahlian dan kecakapan pimpinan. Banyak sidang berlangsung chaos dan amburadul karena kesalahan pimpinan. Pimpinan haruslah mempunyai sifat-sifat kepimpinan, berwibawa, peka, disiplin, bisa mengelola konflik, santun dan sifat-sifat positif lainnya. Pokoknya pimpinan harus bisa mengarahkan sidang ke arah keputusan secara efektif dan efisien.
Keputusan/Kesimpulan Sidang. Output product dari persidangan/rapat adalah keputusan atau menghasilkan kesimpulan. Keputusan yang dibuat tidaklah bertentangan dengan kehendak dan tujuan organisasi, diusahakan memuaskan semua pihak. Hendaknya keputusan yang dibuat mengedepankan asas musyawarah untuk mufakat, jangan langsung ambil voting[9]. Voting adalah cara terakhir jika musyawarah-mufakat tidak tercapai.
Sewaktu para peserta pelatihan saya minta untuk mencoba simulasi sidang, banyak kejadian-kejadian lucu atau dramatis terjadi. Cara memegang palu sidang yang salah, pimpinan yang gagap atau bingung mengarahkan sidang, masuknya penyusup[10], suara kegaduhan, hingga sidang berlangsung chaos. Pada simulasi sidang tahun sebelumnya, saking chaos[11]-nya, sampai-sampai pimpinan sidang diculik oleh suatu kelompok. Nah lho! Kalau pimpinan sidang diculik ‘gimana cara penyelesainnya[12]?
Beberapa poin kunci[13] yang saya catat kenapa sidang berlangsung kacau karena para peserta sidang tidak memperhatikan unsur-unsur sidang seperti yang saya sampaikan di atas. Sebelum sidang berlangsung, tidak ditentukan tata tertib sidang, waktu sidang, agenda pembahasan, penelusuran masalah, hingga siapa saja peserta sidang atau peninjau, siapa yang boleh bicara dan bersuara. Untuk sidang yang besar dan penting, perlu juga dibentuk tim pendukung sidang, seperti keamanan dan lainya untuk menjaga sidang dari hal-hal yang tidak diinginkan dan berlangsung dengan baik.
- MEKANISME PERSIDANGAN
Untuk mengefektifkan jalannya persidangan, perlu dipahami mekanisme jalannya persidangan tersebut :
-
- persidangan sah apabila peserta telah diundang secara resmi oleh panitia[14]
- ada pimpinan siding yang terdiri dari seorang ketua, satu orang sekretaris, dan satu anggota
- persidangan sah mengambil keputusan apabila telah diikuti oleh perserta yang hadir yaitu dengan ketentuan 1\2 n + 1
- dibuka dan ditutup
Etika dan tekhhik persidangan
- mengajukan pertanyaan = mengangkat tangan
- mengajukan usul = angkat tangan ditambah suara (usul)
- interupsi = (bukan instruksi!!!) adalah penyelaan atau sanggahan terhadap pembicaraan ketika seseorang sedang bicara. Interupsi dibenarkan, dan perlu dicatat bahwa tidak ada interupsi diatas interupsi.
- order = sesuatu yang diutarakan kepada pimpinan sidang ketika rapat tidak menghasilkan keputusan dan situasi tegang
- clearing = suatu tindakan diatas order
- solusi = (lihat clearing)
- PK = peninjauan kembali bagi poin yang telah diputuskan namun ternyata perlu dirubah karena suatu hal yang memang tidak ada lagi jalan keluarnya.
- TEKNIK PENGGUNAAN PALU/KETUKAN PADA SIDANG
- satu kali ketukan
- memutuskan suatu ketetapan yang merupakan bagian dari seluruh keputusan sidang
- skorsing sidang 1 x 15 atau 2 x 15 (menit)/mencabut skorsing
- memperingatkan peserta sidang
-
- dua kali ketukan
- memutuskan ketetapan yang merupakan keputusan keseluruhan
- skorsing sidang 1 x 30 atau 2 x 30 (menit)/mencabut skorsing
-
- tiga kali ketukan
- membuka acara dan menutup acara resmi
- skorsing siding 1x 24 jam, 2 x 24 jam atau waktu yang tidak ditentukan
III. penutup
Kalau ada sumur di ladang boleh kita rame-rame menumpang mandi,
Kalau ada air PAM[15] di kamar mandi lebih baik saya mandi sendiri.
Kalau ada kesempatan lain kali,
Kita akan berbagi ilmu yang lebih banyak lagi[16].
Jhon dan shirley pain[17] pernah berkata “ketua sidang dan rapat yang sempurna belum lahir, dan tidak ada buku yang akan dapat melahirkannya,“.
[1] Disampaikan pada up-grading PK IMM FE UMSU PA 2008-2009, 14 Juni 2008
[2] Mantan Ketua Umum PK IMM FE UMSU PA 2005-2006, mantan Sekjen BEM UMSU 2006, Jurnalis
[3] Dalam hal ini, maksudnya adalah orang yang tidak tahu organisasi, tidak pernah terjun kedunia organisasi
[4] Tentu saja poin ini adalah sebuah candaan saja.
[5] Maksudnya mikrophone, bukan mike tyson
[6] Ingat untuk “rapat”! bukan “merapat”, nanti jadi “melekat”, bisa gawat
[7] http//www.lihat_internet.com
[8] yang tahu maksudnya hubungi saya, nanti saya kasi hadiah untuk satu orang yang benar
[9] jangan sampai salah sebut, nanti jadi lain artinya
[10] baik yang mendengung ataupun tidak
[11] gak tau artinya yah… kasian deh lu…
[12] au ah gelap
[13] ayo… siapa yang bawa gemboknya?
[14] Yang diundang jangan Cuma yang punya mobil aja yah…
[15] Perusahaan air minum
[16] sumber: puisi jalanan diolah
[17] saya juga gak kenal
Hari Valentine
Valentine = industri propaganda yang menghasilkan uang
Seperti yang kita ketahui, tanggal 14 februari adalah hari kasih sayang tersebut. Pada tanggal ini banyak pasangan kekasih atau pun tidak merayakan hari kasih sayang dengan berbagai macam cara. Pada hari valentine ini pula para valentiners (orang-orang yang merayakan valentine) membeli atau mencari sesuatu yang mereka anggap dapat dijadikan sebuah wujud dari kasih sayang itu.
Hampir diseluruh negara pada bagian dunia, hari valentine telah membudaya dan menjadi sebuah budaya baru bagi para remaja dinegara-negara tersebut. Tentunya hal ini terjadi karena perkembangan informasi yang membawa isu hari valentine ini cukup berkembang.
Segala hal yangdianggap “berbau valentine” pun ikut diborong orang, hadiah yang unik, coklat, bunga, sampai makan malam romantis dianggap sebagai wujud dalam mengungkapkan hari kasih sayang. Tentu saja tanpa disadari budaya yang sebelumnya tidak pernah dilakukan oleh orang-orang di negara dunia ketiga itu malah menjadi suatu hal yang pasti.
Di Indonesia misalnya, kalau kita pergi ke mall atau pusat perbelanjaan, kita akan melihat banyak hiasan dan pernak-pernik valentine yang disebar di mana-mana, belum lagi produk yang ditawarkan menyangkut hari valentine itu, yang pada intinya demikian luar biasanya “selling” (penjualan) yang dilakukan para pelaku bisnis terhadap barang-barang “valentinan”.
Tayangan Televisi pun hampir setiap hari selama seminggu sebelum dan sesudah hari valentine terus menayangkan isu hari valentine itu. Dengan demikian sosialisasi dari valentine pun semakin hebat dan ditonton oleh seluruh lapisan masyarakat. Dan secara langsung atau tidak para stasiun TV swasta ikut andil mengiklankan betapa hebatnya hari valentine itu.
TV sebagai sebuah cabang budaya baru (budaya TV) tentunya adalah faktor penting sebagai pembawa peran penyebar sebuah kebudayaan. Apalagi ekspos yang dilakukan cukup hebat, akibatnya para penonton akan hanyut dan terbawa untuk mengakui eksistensi dari pemberitaan tersebut.
Perkembangan isu valentine secara langsung atau tidak, tentunya membawa perkembangan yang signifikan dalam dunia bisnis barat. Produsen coklat, kartu ucapan, dan produk-produk lain akan mendapatkan keuntungan lebih dikarenakan meningkatnya penjualan. Dan bisnis tahunan ini adalah sebuah bisnis yang menjanjikan bagi para pelaku ekonomi dan bisnis dalam mencari keuntungan dengan cara apapun (profit : at all cost)
Dilain pihak, tidak sedikit pula komunitas yang mencela dan menjelekkan hari yang dipopulerkan dunia barat itu, malah beberapa tahun terakhir komunitas tersebut tidak hanya datang dari non-barat tetapi juga dari dunia barat itu sendiri. Bahkan di Amerika banyak pula perusahaan “kartu ucapan” (greetings Corp), sengaja membuat kartu ucapan yang isinya mencela hari valentine tersebut. Tentu saja hal ini pun akan menjadi tren baru bagi para remaja dinegara-negara “makmum” (pengikut).
Tren membenci hari valentine yang lebih dahulu dikumandangkan oleh komunitas tertentu ternyata dilirik sebagai sebuah peluang bisnis oleh para pelaku bisnis di barat. Ini tak ubah nya seperti tren yang dilancarkan mengenai hari valentine yang kini telah menjadi isu yang menguntungkan.
Tentunya hal ini akan membawa dampak baru bagi negara dunia ketiga, yaitu berkembangnya bisnis baru. Mengapa saya katakan bisnis baru?, tentunya komunitas pembenci hari valentine akan banyak pula tertarik untuk ikut mensosialiasikan celaan terhadap hari valentine itu, dan peluang bisnis inilah yang dimanfaatkan oleh para produsen “barang anti valentine” dimasa datang, yang konon umumnya para produsen barang valentine maupun barang anti valentine tersebut umumnya adalah perusahaan barat (Amerika).
Sebuah isu propaganda telah berhasil menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan, dan praktek seperti ini saya rasa telah banyak dilakukan oleh para pelaku bisnis yang kreatif di negara-negara yang menjadi kiblat perekonomian. Dalam membuka sebuah peluang bisnis baru maka para orang kreatif di negara-negara tersebut menciptakan dan mengambil keuntungan dari isu-isu serta propaganda yang mana isu tersebut terkadang tidak begitu jelas asalnya.
Namun negara-negara dunia ketiga sebagai “makmum” (pengikut) memiliki masyarakat yang cenderung hanya mengikuti perkembangan zaman dan terkadang sering dibodohi oleh majunya dunia informasi. Filter tidak lagi ada dan masuknya propaganda tidak lagi ada yang bisa menghalanginya.
Jadi suka atau tidak suka, benci atau tidak benci, semakin diangkat kepermukaan maka isu valentine akan menjadi sebuah industri yang sangat menguntungkan bagi dunia barat. Bahkan, suka atau tidak, tulisan seperti ini adalah salah satu yang dapat semakin membesarkan hari valentine tersebut.
MASA DATUK JENAN DAN KEDATUKAN TANAH DATAR
MASA DATUK JENAN DAN KEDATUKAN TANAH DATAR DI BATU BARA Oleh : Mhd. Yusuf Morna, S.Sos
Pemrakarsa dan Peneliti Daerah Kabupaten Batubara
Batubara adalah suatu wilayah di pesisir pulau Sumatera, terletak di pinggir Selat Malaka. Daerah ini banyak di aliri sungai yang membuat ranahnya subur. Di antara sungai yang ada sebagian dapat dilalui oleh perahu dan menjadi sarana penghubung. Masyarakat di Batubara menyebut diri bangsa Melayu. Walau kultur dan budaya mereka tidak sama dengan Melayu di sekitarnya, semisal Serdang, Deli, dan Asahan. Dalam ke sehariannya masyarakat Melayu Batubara banyak kesamaannya dengan suku Minang di Sumatera Barat. Ini dapat ditandai dengan nama kota kampung dan tata cara mereka dalam bergaul. Pekerjaan masyarakat Batubara sampai sekarang terdiri dari petani, nelayan, berniaga, dan pengrajin salah satu kerajinan kaum perempuan Batu bara yang terkenal ke seluruh dunia adalah tenunan kain Songket berbunga yang berpusat di Padang Genting Tanah Datar.
Menurut catatan yang ada, Batubara pernah dikunjungi John Anderson pada tahun 1823. Kapalnya berlabuh di Kuala, Tanjung Tiram. Pada masa lalu Batubara terdiri dari beberapa kerajaan kecil yang diperintah oleh seorang Datuk secara turun-temurun dan Datuk tunduk kepada Sultan di Negeri Siak Indrapura. Satu dari kerajaan kecil itu bernama kedatukan Tanah Datar yang pusat pemerintahannya ada di Padang Genting.
Kesan yang dilihat di Padang Genting masih jelas menggambarkan sejarah masa lalu keberadaan kedatukan tersebut. Semisal tapak istana kerajaan, kantor pemerintahan, mesjid, kuburan para datuk dan keluarganya, juga ada cerita rakyat turun-temurun di tengah masyarakat. Sayangnya cerita tersebut tidak mencatatkan hari dan bulan serta tahun di mana cerita itu bermula.
Namun cerita rakyat ini dapat dukungan juga bukti peninggalan sejarah yang masih bisa kita lihat sampai sekarang ini. Menurut cerita yang ada, cerita ini juga disampaikan oleh kakak Ayah saya Zainab bin Basaruddin bin H. Abdurrahman Nongah binti Cik Udo Siti bin Datuk Pembosar bin Datuk Jenan.
Kedatukan tanah datar bermula dari kedatangan sejumlah orang dari negeri Simalungun yang dipimpin seorang yang berani dan sakti. Kedatangan rombongan dari Simalungun ini bermaksud untuk membuka hutan belantara mencari daerah baru untuk memperluas daerah kekuasaannya. Diceritakan juga, yang jadi pimpinan rombongan tersebut bernama Datuk Jenan. Beliau sebenarnya berasal dari negeri Minang Kabau di Sumatera Barat, Anak seorang raja yang bernama Raja Labu.
Datuk Jenan merintis dataran timur menelusuri gunung dan lembah sampai di Simalungun hingga menjadi bahagian masyarakat di sana. Disebabkan Datuk Jenan mempunyai kemampuan dan kesaktian terutama dalam penyembuhan dalam bermacam penyakit, disertai kepandaian bergaul dengan masyarakat, Jenan muda dikahwinkan dengan anak raja dan diangkat menjadi penguasa bagian negeri itu. Putri Simalungun itu berasal dari keturunan Damanik yang bernama Fuang.
Dikisahkan juga sebelum Datuk Jenan sampai ke Simalungun, di negeri asal telah berkahwin dengan putri yang bernama Ambun Suri, namun tidak mendapat keturunan. Pada perkawinan kedua dengan Fuang mendapat beberapa orang anak. Daerah semak belukar yang dibuka Datuk Jenan dan rombongan masih berbatas dengan Simalungun di antaranya Boluk – Mayang, Tinggi Raja, Tinjowan, Bendo, dan tiba di Petatal, dan sampai ke pinggir aliran sungai besar yang bermuara ke Selat Malaka. Daerah tersebut dinamainya Padang Genting.
Daerah yang dibuka rombongan ini pada umumnya daerah yang rata, tidak terdapat gunung dan lembah. Itulah awal dari perkataan Tanah Datar atau tanah yang datar (rata). Pada saat membuka kawasan ini Datuk Jenan banyak mendapat halang-rintang, baik dari alam maupun dari penguasa yang telah ada di sekitar, seperti penguasa kedatukan Limapuluh dan Limalaras. Namun tidak dapat menghentikan kemauan sang Datuk untuk meneruskan keinginannya.
Setelah daerah dibuka dan dikuasai, beliau mengawini seorang dara daerah itu bernama Cik Gadi dan membawanya kembali ke Simalungun untuk hidup bersama. Dari perkawinan datuk Jenan dengan Gadis Tanah Datar dikurniai dua orang anak. Pertama perempuan bernama Intan dan yang kedua lelaki dinamai Berambang.
Waktu terus berlalu sehingga anak-anak dari Ibunda Tanah Datar dan Simalungun besar dan dewasa di tempat atau daerah yang sama pula. Datuk Jenan berkeinginan salah satu anaknya menjadi penguasa. Menggantikan beliau memegang kendali pemerintahan di Simalungun.
Pada masa itu dari Simalungun segala macam hasil bumi dan hutan banyak diperdagangkan ke luar negeri melalui pelabuhan yang ada di pesisir pantai Batubara. Keinginan Datuk Jenan ia sampaikan kepada penasihat (Tok Kaum) dan ahli nujum kerajaan. Hasil dari musyawarah para perangkat kekuasaan tadi memutuskan yang pantas untuk menggantikan Datuk Jenan adalah anak lelakinya dari Ibunda Tanah Datar, yaitu Berambang.
Keputusan itu ditolak dan ditentang oleh saudara laki-laki Berambang dari keturunan putri Simalungun, dikarenakan dia merasa dirinyalah yang pantas untuk jadi raja, sehingga membuat kekuatan dan mengusir saudaranya Berambang meninggalkan Simalungun.
Berambang pergi meninggalkan Simalungun bersama istrinya bernama Fuang Anis dan membawa seekor ayam jantan (ayam jago) melarat ke tanah kelahiran Ibundanya. Di daerah ibunya Berambang disambut masyarakat yang telah mengenal kemampuan dan kelebihan ayahandanya Datuk Jenan dengan suka cita. Berambang diangkat menjadi penguasa Tanah Datar dan diberi gelar Datuk Pembosar, dan ayam jantan yang beliau bawa dinamakan mereka ayam Biring Batak. Sementara itu Datuk Jenan tidaklah memegang kuasa lagi.
Simalungun telah dikendalikan anaknya dari istri yang bernama Fuang dan tanah datar melepaskan diri dibawa pimpinan anaknya Berambang bergelar Datuk Pembosar. Namun keinginannya membuat negeri yang besar tidaklah menjadi kenyataan. Setelah itu Datuk Jenan selalu mengikuti para saudagar berlayar keluar negeri dan akhirnya menetap dan tidak pulang lagi ke Batubara.
Di negeri Tanah Datar Datuk Pembosar dengan bijak dan adil mengatur kehidupan para penduduk. Dia menempatkan pusat kekuasaannya di sekitar pinggiran sungai, yaitu Padang Genting dan daerah sekitar. Dan pada masa itu sungai ini menjadi urat nadi kehidupan dan perekonomian masyarakat. Datuk Pembosar dan istrinya Cik Fuang Anis dikurniai dua orang putra dan tiga orang putri.
Tidak lama berselang Datuk Pembosar menjadi raja, kakaknya Ulung Intan datang dari Simalungun dengan seorang anak lelaki yang bernama Akas. Datuk Pembosar dalam membawahi kedatukan Tanah Datar juga mengikuti sistem yang ada di negeri kedatukan lain di Batubara, yaitu tunduk kepada kesultanan Siak Indrapura.
Akas bin Ulung Intan di didik Datuk Pembosar menjadi orang terampil dan diangkat menjadi panglima kerajaan dengan gelar Datuk Panglima, bertanggung jawab pada keamanan negeri dan raja. Suatu posisi yang paling tinggi di bawah raja pada masa itu. Anak sulung Datuk Pembosar bernama Tok Muda Husin berniat menunaikan ibadah haji dan dengan ijin ayahnya berangkat ke tanah suci Mekah.
Semasa itu orang berangkat haji perlu waktu yang lama, terkadang bisa bertahun. Itu dikarenakan tidak pasti dan teraturnya transportasi (kendaraan) yang tersedia. Anak perempuan Datuk Pembosar Cik Udo Siti yang telah dewasa dikawinkan dengan seorang pria tampan yang diberi jabatan penting urusan Masyarakat dan Agama diberikan kepada suami anaknya Cik Mas dengan gelar Datuk Kadi (Kali).
Oleh sesuatu sebab Datuk Pembosar merelakan datuk Panglima Akas kemenakannya menggantikan dirinya sebagai pemegang kekuasaan di Tanah Datar, sepulang dari pengesahan kedatukan secara berkala dari kesultanan Siak. Anak laki-laki kedua Datuk Pembosar yang disebut OK Kelana meninggal dalam peperangan.
Anak perempuan ketiga yang dipanggil Andak Lefah kawin seorang yang bernama Jaudin berasal dari pulau Langkawi. Setelah Datuk Pembosar meninggal beliau dikebumikan di kampung Sejangat Padang Genting Tanah Datar. Datuk Panglima Akas mempunyai dua orang istri, dengan istri pertama yang bernama Cik Siti Dumban, Datuk Panglima Akas mendapat anak lelaki bernama Abdul Wahab bergelar Tok Tuo. Dengan istri kedua yang bernama Saomi, Datuk Panglima Akas mendapat anak perempuan yang bernama Cik Mastorang.
Setelah Datuk Panglima Akas meninggal kedatukan Tanah Datar digantikan oleh anaknya Abdul Wahab atau Tok Tuo. Datuk Panglima Akas dikebumikan dekat dengan makam Datuk Pembosar. Batu nisan Panglima Akas berasal dari pulau Penang yang dikirimkan penguasa di sana pada saat itu, terbuat dari batu gunung yang dipahat. Tok Tuo Abdul Wahab kawin dengan Wan Gading, adik penguasa kedatukan Limapuluh. Dikurniai tiga orang anak laki-laki yaitu Tok Muda Sakroni, Inga Botol, dan Alang Fadilah. Setelah Tok Tuo meninggal penggantinya adalah Tok Mudo Sakroni, Tok Mudo Sakroni adalah Datuk Tanah Datar yang terakhir sebelum berdirinya Republik Indonesia.
Kuburan Tok Tuo berada di belakang mesjid yang dinamai Sakronian, sesuai dengan nama Datuk Tanah Datar terakhir tersebut. Setelah Batubara dilepaskan dari kabupaten Asahan dan memiliki pemerintahan sendiri yang disebut otonomi pada tahun 2006 maka pada pemilihan pertama OK Arya Zulkarnain terpilih menjadi kepala pemerintahan (disebut bupati). OK Arya bin OK Zulkifli adalah cicit dari Cik Mastorang bin Datuk Panglima Akas bin Cik Ulung Intan bin Datuk Jenan.
Senja di Ufuk Hati
Senja diufuk hati
lukisan sore semakin menyelimuti
bungkus diri dengan kegelisahan
menunggu cahaya datang kembali
harapan berkembang tak dimiliki kuncup
ketika kumbang enggan singgah
taburan serbuk kasih tak ada lagi
tinggalkan bunga yang belum layu
kini cinta enggan bersemai
saat kebun rindu menjadi gersang
buah2 asmara jatuh membusuk dari pohonnya
rumput-rumput bimbang semakin subur
semakin besar menjadi ilalang yang jauhkan bunga dari pandangan
Senja itu entah kapan berlalu
masih terpaku kuat hiasi langit hati
jiwa masih menanti embun
walau hati mengharap air
Popularitas Kunci Kemenangan Calon Perseorangan Pada Pilkada
Popularitas Kunci Kemenangan Calon Perseorangan Pada Pilkada
Disetujuinya perubahan kedua atas UU No 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah oleh DPR memberi kesempatan bagi calon perseorangan untuk ikut pemilihan kepala daerah(Pilkada). Di Sumut sendiri yang masih menyisakan 7 Pilkada sampai akhir tahun 2008 sudah bisa diikuti oleh calon yang berasal dari perseorangan. Hasil sementara pada Pilkada Batubara yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu menunjukkan kemenangan pasangan jalur independent OK Arya Zulkarnaen-Gong Matua.
Hasil ini tentunya menjadi sebuah bukti bahwa tak selamanya kekuatan partai mampu menjadi satu-satunya kekuatan dalam mengusung kepala daerah. Pengamat Politik yang juga Dosen FISIP Universitas Sumatera Utara, Warjio berpendapat, kemenangan pasangan OK Arya-Gong Matua adalah benar-benar sebuah kemenangan seorang figur yang selama ini cukup populer dikalangan masyarakat. “Sebagai seorang tokoh pemekaran kabupaten tersebut, OK Arya dikenal cukup mampu membangun popularitas.
Sehingga masyarakat telah jauh-jauh hari mengenal sosok OK Arya dibanding calon lainnya,” ujar Wardjio kepada MedanBisnis, Senin (20/10). Menurut Warjio, Pasangan perseorangan yang terpilih dalam perhelatan Pilkada harus dapat membangun komunikasi yang baik dengan kalangan legislatif yang umumnya berasal dari partai. Sebab lanjutnya, dalam menjalankan pemerintahan, eksekutif sangat bergantung kepada legislatif ketika ingin membuat sebuah aturan-aturan daerah.
Warjio juga menambahkan bahwa kenyataan yang ada saat ini, sangat sedikit para calon perseorangan pada Pilkada yang memiliki kepercayaan diri. Padahal, jika sang calon memiliki kepercayaan yang tinggi, tentunya hal itu adalah modal utama dalam membangun popularitas.
Dalam kesempatan yang berbeda, Koordinator Umum N’Basis Sumut, Sohibul Anshar Siregar mengatakan bahwa kemenangan Pasangan OK arya-Gong Matua pada Pilkada Batubara belum bisa dijadikan sebuah barometer keberhasilan calon perseorangan. Melainkan keberhasilan dua tokoh pasangan yang dinilai memiliki investasi serta jaringan sosial yang sangat kuat dibanding calon lainnya. Selain itu, OK Arya, lanjut Sohibul, sebelum memilih jalur independent juga sempat melakukan lobi politik kepada beberapa partai.
Walau akhirnya tidak berhasil namun dari hal itu bisa dilihat kalau jalur independent adalah pilihan alternatif bagi OK Arya. Sohibul juga menegaskan bahwa kemenangan tersebut tidak ada hubungannya dengan penurunan Apresiasi terhadap partai Politik.
“Investasi politik dini dan dukungan civil society menjadi kunci kemenangan OK Arya Zulkarnaen-Gong Matua Siregar dalam Pilbup Batubara. Bukan soal calon perseorangan sebab apapun kendaraan politik yang ditumpangi akan Menang,” ujar Alumni Program Magister Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.
Kedepan, Sambungnya, Pasangan Perseorangan Matua harus fokus kepada pembangunan yang bebas korupsi didaerah yang baru pertama kali memiliki bupati terpilih tersebut. Selain itu lanjutnya, Pasangan Perseorangan juga harus mampumembangun stabilitas politik diplomasi baik dengan pihak partai politik maupun masyarakat agar tidak terjadi devided government. “Hubungan kepada partai politik itu perlu agar tidak terjadi divided government dalam pemerintahan,” ujarnya.
Kunci Kemenangan Pasangan OK Arya-Gong Matua ini juga dibenarkan oleh Tokoh Masyarakat Batubara yang juga mantan bendahara Badan Persiapan Pemekaran dan Pembentukan Kabupaten Batubara (BP3KB), Muhammad Yusuf Morna.
Menurut Pria yang akrab disapa Buyung itu, kemenangan pasangan perseorangan di pilkada batubara tersebut terlebih dikarenakan kefiguran dari seorang tokoh pemekaran kabupaten Batubara OK Arya Zulkarnaen. Apalagi sebagai seorang putra melayu Batubara, OK dinilainya telah cukup lama dikenal oleh masyarakat setempat. “OK telah lama dikenal masyarakat di Batubara, bahkan jauh sebelum akhirnya kabupaten Batubara sah dimekarkan dari Kabupaten Asahan,” ujarnya. Dia juga meminta agar OK Arya dan Gong Matua harus bisa merealisasikan janji-janji mereka saat kampanye. “Jangan sampai rakyat terluka,” Tandasnya.
Peluang Duet Kembali SBY-JK Kecil Pada Pemilu 2009
Peluang Duet Kembali SBY-JK Kecil Pada Pemilu 2009
Peluang bagi (Soesilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla) SBY-JK untuk berduet kembali pada pemilu predsien 2009 dinilai sangat kecil. Pasalnya, partai-partai lebih memilih mencalonkan kader internal sebagai calon presiden jika ternyata hasil pemilu legislatif memungkinkan bagi partai untuk mencalonkan presiden sendiri. Selain itu, kinerja SBY-JK juga diprediksi kurang mendapat simpaty dari masyarakat.
Pengamat Politik Universitas Sumatera Utara, Warjio mengatakan Kemungkinan akan berduetnya kembali SBY-JK sah-sah saja jika terjadi. Namun peluangnya hanya 50-50 (%) sebab adanya kemungkinan partai-partai tidak lagi akan berkoalisi untuk mendukung duet tersebut.
“Peluangnya hanya 50-50, sebab partai akan menunggu hasil legislatif terlebih dahulu. Belum tentu Demokrat dan Golkar akan menyatu kembali seperti 2004,” ujarnya.
Menurutnya, Kinerja SBY-JK yang dinilai biasa-biasa saja selama menjadi Presiden-Wakil Presiden akan mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat dalam memilih. Ditambahkannya, terpilihnya SBY-JK pada pemilu 2004 disebabkan masyarakat belum dapat menilai bagaimana kinerja sesungguhnya dari kedua tokoh tersebut.
Apalagi lanjutnya, dengan adanya Undang-undang mengenai persentase yang dibutuhkan partai dalam mencalonkan presiden, maka tentunya partai-partai akan lebih berorientasi kepada tanggapan masyarakat sebelum mencalonkan seorang presiden.
Warjio juga menyebutkan bahwa kemungkinan pasangan tersebut (seandainya berduet kembali) untuk menang sangat kecil. “Peluang menagnya kecil sebab kinerja SBY-JK kurang mampu menyelasikan permasalahan rakyat. Kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini ternyata tidak dapat mengurangi kemiskinan dan pengangguran,” ujarnya Minggu, (5/10).
Dia juga mengatakan bahwa kebijakan SBY-JK dalam pemberantasan korupsi dan lainnya belum mampu akan untuk mengangkat popularitas sebab kebijakan tersebut tidak langsung menyentuh masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Sumut, Mustafa Ismail mengatakan, kemungkinan duet SBY-JK adalah hal yang sah-sah saja. Namun lanjutnya, agar mendapatkan simpaty masyarakat kembali, keduanya harus dapat memperbaiki kinerja pemerintahan yang dinilainya tidak begitu menguntungkan masyarakat.
“Dengan kinerja SBY-JK selama empat tahun terakhir ini, keduanya harus dapat memperbaiki kinerja. Sebab pemerintahan saat ini kurang mendapat kepercayaan dari masyarakat,” ujarnya.
PKS sendiri, menurut Mustafa belum tentu akan mendukung kembali duet pasangan tersebut. Sebab kata Pelaksanan ketua PKS Sumut tersebut, PKS lebih memilih kader yang berasal dari internal partai untuk dijagokan pada pemilu 2009.
Namun ditambahkannya, PKS terlebih dahulu akan fokus kepada raihan suara di pemilu legislatif dan mukernas PKS Desember 2008. Namun Mustafa yakin bahwa PKS akan lebih mendahulukan kader internalnya.
Hal senada dikatakan Ketua DPW PPP Sumut, Fadly Nurzal. Dan dia juga beranggapan bahwa duet SBY-JK belum tentu akan bisa kembali mendapat dukungan partai-partai lain selain Golkar dan Demokrat.
“Kita lihat dulu persentase Demokrat dan Golkar pada pemilu 2009. Jika memang raihan suara tidak memungkinkan maka mereka (PD dan Golkar) tidak akan dapat mencalonkan presiden, jadi belum tentu duet tersebut terjadi lagi,” ujarnya.
Menurut Fadly, PPP masih mengutamakan ketua umumnya, Surya Dharma Ali sebagai kandidat yang akan dijagokan dalam pilpres, namun hal itu masih menunggu hasil pemilu legislatif. “Jika memang memungkinkan, maka kita akan jagokan ketua,” katanya.
Rubah Terbang di Bukit Lawang
Rubah Terbang di Bukit Lawang
ikhvan fuady
Wah ada juga flying fox disini… coba yuk!
Ok mari kita kesana…
Begitulah reaksi sekelompok pengunjung bukit lawang ketika melihat sebuah permainan baru yang selama ini belum ada di areal wisata yang terletak di Kabupaten Langkat tersebut. Permainan itu adalah permainan flying fox (rubah terbang) yaitu permainan yang biasanya dilakukan oleh kelompok pencinta alam.
Tali khusus panjat tebing, carabiner dan peralatan lain pendukung lainnya disiapkan untuk menahan beban berat seseorang yang ingin mencoba untuk meluncur dari sebuah daerah yang tinggi ke tempat yang rendah. Meluncur dari atas kebawah biasanya dilakukan dari sebuah tebing terjal atau dari atas pohon ke tanah. Namun di Bukit Lawang, penyedia jasa permainan ini menggunakan sebuah pohon besar yang tinggi untuk dijadikan sarana permainan.
Penyedia permainan ini adalah beberapa orang mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi kota Medan. Salah seorang penyedia jasa tersebut, Deni mengaku bahwa hari itu, Sabtu (4/10) merupakan launching dari permainan yang diciptakan oleh para pencinta alam ini. “Hari ini kita buka perdana,” ujarnya tanpa memberi kepastian sampai kapan dirinya serta teman-temannya akan meneruskan permainan tersebut bagi para pengunjung Bukit Lawang.
Permainan flying fox adalah sesuatu yang baru di Bukit Lawang, sebab permainan ini belum pernah ada yang menyediakannya disana. Bahkan sebelum bencana banjir bandang yang melanda Bahorok tahun 2003, permainan seperti ini memang belum pernah disediakan di Bukit Lawang. Kini setelah beberapa tahun setelah bencana terjadi, objek wisata alam dengan daya tarik satwa orang utan tersebut mulai dapat menarik ribuan pengunjung terutama di masa liburan lebaran.
Pasca bencana, objek wisata bukit lawang sempat terpuruk dan ditinggalkan oleh para pengunjung domestik. Namun para pengunjung mancanegara hanya sedikit yang mengalami pengurangan. Wisatawan mancanegara tetap ada datang berkunjung sebab berbagai keperluan, mulai dari berwisata maupun untuk keperluan riset mengenai alam gunung leuser dan orang utan.
Penginapan bagi para wisatawan juga telah dibangun kembali, cafe-cafe serta fasilitas akomodasi juga semakin banyak dilengkapi oleh dengan dan sarana wisata seperti jembatan yang dibangun dengan kokoh menanti kunjungan wisatawan. Semua fasilitas serta souvenir yang dijual dilokasi wisata dapat dinikmati dengan harga yang beragam dan cukup terjangkau.
Selama liburan lebaran, pengunjung mencapai ribuan orang perharinya yang datang dari berbagai tempat. Bahkan penduduk sekitar lokasi juga banyak tumpah ruah untuk menikmati suasana aliran sungai Bahorok yang deras.
Salah seorang pengunjung, Mala (22) menyebutkan bahwa dirinya datang untuk bermain derasnya aliran sungai bahorok dengan menggunakan ban mobil bekas. Walaupun tempat tinggal Mala hanya berjarak 20 menit dari bukit lawang, namun baginya, mengunjungi Bukit Lawang merupakan sebuah keasyikan tersendiri apalagi saat ini dia tidak lagi tinggal bersama orang tuanya sebab telah bekerja di Pekan Baru.
“Dari dulu saya suka ke Bukit Lawang, tapi sekarang saya hanya bisa memanfaatkan waktu liburan dari pekerjaan saya untuk berwisata kemari,” ujarnya kepada penulis di Bukit Lawang Langkat, Sabtu (4/10).
Sementara salah seorang pengelola tempat parkir di Bukit Lawang, Sitepu (35) mengatakan, pada liburan lebaran ini, ribuan pengunjung yang datang dengan sepeda motor sangat banyak. Bahkan hampir semua area parkir dibukit lawang selalu penuh mulai hari pertama lebaran. Pengelola parkir mematok Rp 5 ribu untuk satu buah kendaraan sepeda motor dan Rp 10 ribu untuk kendaraan roda empat yang dibawa oleh para pengunjung.
Perjalanan kebukit lawang yang ditempuh selama kurang lebih 3,5 jam tentunya sangat sesuai dengan keindahan yang dapat dinikmati dilokasi wisata tersebut. Jarak untuk sampai ke Bukit Lawang kira-kira 96 Km itu dapat lebih cepat seandainya Jalan perlintasan didepan areal perkebunan PT PP Lonsum dapat diperbaiki pihak terkait.
Bila ingin berwisata, Bukit Lawang adalah salah alternatif pilihan lokasi yang sangat tepat jika ingin menikmati suasana alam. Aliran sungai deras serta dapat melihat langsung Satwa Orang utan menjadi daya tarik sendiri bagi lokasi wisata yang terletak disekitar di kaki Gunung Leuser ini.
Selain itu, Bukit Lawang merupakan salah satu lokasi yang sangat baik untuk dijadikan Camping Ground dan lokasi Out bound. Lokasi alam serta keindahan aliran air sungai bahorok yang deras didukung pohon-pohon besar nan tinggi sangat mendukung bagi para pencinta kegiatan alam untuk mencoba lokasi satu ini.
Jika ingin menikmati bagaimana rasanya terbang bagai rubah ala flying fox, cukup mengeluarkan Rp 10 ribu, adrenalin pun akan terpacu.
-
Arsip
- Februari 2011 (1)
- Juli 2010 (1)
- Oktober 2009 (1)
- Juli 2009 (1)
- Januari 2009 (1)
- Desember 2008 (2)
- Oktober 2008 (3)
- September 2008 (5)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS